Pangkalpinang, YTKNews.id — Tahun 2026 membawa wajah baru dalam metode evaluasi di SMP Santo Paulus. Pelaksanaan Sumatif Tengah Semester (STS) tidak lagi melulu soal kertas dan pensil. Sekolah menerapkan sistem hybrid yang variatif. Beberapa mata pelajaran menggunakan Google Form, platform Wayground, hingga metode paper (kertas) konvensional.
Keberagaman media ini bertujuan untuk membiasakan siswa dengan literasi digital tanpa meninggalkan kemampuan menulis manual yang tetap penting. Transisi teknologi ini terbukti efektif dalam menciptakan alur ujian yang lebih dinamis dan efisien.
Melihat dinamika siswa selama sepekan ini, Monalisa Aprilia memberikan pandangan yang menyejukkan. Bagi pihak sekolah, STS bukanlah akhir dari segalanya, melainkan sebuah instrumen diagnostik.

“Ujian STS ini adalah cara kami untuk mengukur potensi siswa dalam memahami pelajaran,” ungkap Monalisa menerangkan.
Beliau menekankan bahwa hasil dari ujian ini akan menjadi cermin bagi siswa untuk melihat di mana letak kekuatan dan kelemahan mereka. Pesan beliau singkat namun padat yakni anak-anak perlu lebih banyak belajar dan tetap tekun agar mampu menaklukkan setiap tantangan soal yang diberikan.
Pelaksanaan STS dari tanggal 2-6 Maret 2026 telah resmi berakhir. Ada lega yang terhembus di setiap napas siswa saat bel terakhir berbunyi. Ada yang tersenyum puas karena mampu menaklukkan soal dengan percaya diri, ada pula yang masih termenung mengevaluasi catatan yang terlewat.
Selamat bagi seluruh siswa yang telah menyelesaikan STS! Ingatlah, nilai di atas kertas memang penting, namun kejujuran dan daya juang yang kalian tunjukkan selama satu minggu ini adalah nilai yang sesungguhnya akan kalian bawa hingga dewasa nanti.
Kontributor: Edi Woda
