Home » Jadi Salah Satu Syarat Kelulusan, Beginilah Ujian Praktek Kelas 9 Versi SMP Santo Yosef Belinyu

Jadi Salah Satu Syarat Kelulusan, Beginilah Ujian Praktek Kelas 9 Versi SMP Santo Yosef Belinyu

oleh Tarsisius Ramto Idong

Belinyu, YTKNews.com – Momen perpisahan semakin dekat, dan siswa kelas IX SMP Santo Yosef Belinyu sedang berada di fase yang campur aduk, antara senang, haru, dan tentu saja deg-degan. Pasalnya, sebelum benar-benar lulus, mereka harus melewati satu tahap penting yang bikin jantung berdebar, Ujian Praktek yang dijadwalkan sejak Senin, 20 April 2026, sampai Kamis, 23 April 2026.
Ujian praktek di sekolah ini bukan sekadar formalitas. Ada banyak mata pelajaran yang diuji, mulai dari Mulok, Bahasa Inggris, PJOK, Bahasa Indonesia, IPA, Informatika, Agama, hingga Prakarya. Masing-masing punya tantangan tersendiri yang harus ditaklukkan oleh para siswa.


Bayangkan saja, di pelajaran Mulok, siswa harus tampil solo menyanyikan lagu pop. Lalu di Bahasa Inggris, mereka diminta percaya diri mempromosikan produk layaknya seorang marketer profesional. Berlanjut ke PJOK, siswa harus melakukan senam Kreasi lagu daerah.
Belum selesai di situ, di Bahasa Indonesia mereka membuat puisi sekaligus tampil membacakan pidato. Di IPA, mereka bereksperimen dengan campuran homogen dan heterogen, bahkan mengamati benda menggunakan lensa cembung. Sementara itu, di Informatika, siswa ditantang membuat lamaran kerja dan surat dinas. Untuk pelajaran Agama, mereka harus mendaraskan doa serta menyebutkan rumusan iman. Dan terakhir, di Prakarya, kreativitas mereka diuji lewat karya dari bahan alam.
Tidak heran kalau suasana ujian penuh warna. Ada yang santai, ada juga yang panik di detik-detik terakhir.
Seperti yang dirasakan Ferents. “Awalnya deg-degan banget, bahkan sempat blank pas maju. Tapi lega rasanya kalau sudah selesai,” katanya.


Jesvit juga sempat dilanda rasa takut. “Saya takut remedial, tapi ternyata bisa dilewati. Kuncinya percaya diri sih,” ujarnya.
Berbeda dengan Noel yang terlihat lebih santai. “Saya biasa saja, mungkin karena sudah belajar dari awal,” ungkapnya.
Sementara Caroline mengaku tetap grogi meski sudah siap. “Awalnya tenang, tapi pas maju langsung grogi. Untungnya tetap bisa dilewati,” tuturnya sambil tersenyum.
Menurut salah satu guru, Oktavita Ritonga, ujian praktek ini memang dirancang untuk menguji lebih dari sekadar teori. “Di sini siswa belajar tampil, berani, dan menunjukkan kemampuan mereka secara langsung. Itu yang paling penting,” jelasnya.
Kepala sekolah, Eko Sudaryanto, juga menegaskan bahwa ujian praktek punya peran besar dalam membentuk siswa. “Kami ingin mereka tidak hanya pintar di atas kertas, tapi juga siap menghadapi tantangan nyata dengan percaya diri,” ujarnya.
Kini, setelah melewati ujian praktek, para siswa tinggal menunggu hasil akhir. Terlepas dari rasa gugup dan tantangan yang ada, pengalaman ini jelas jadi cerita seru yang tidak akan terlupakan, sebuah langkah kecil menuju perjalanan yang lebih besar di masa depan.

Anda mungkin juga suka