Pangkalpinang, YTKNews.id – Halaman dan Ruang kelas 5 SD Santo Paulus 1 mendadak berubah menjadi “laboratorium seni” yang penuh warna. Bukan tanpa alasan, para siswa sedang asyik bereksperimen menciptakan karya batik dengan teknik Shibori atau teknik celup dalam mata pelajaran Seni Rupa.
Dengan tangan-tangan kreatifnya, para siswa membuktikan bahwa bahan sederhana bisa diubah menjadi sesuatu yang menakjubkan dan bernilai seni tinggi.
Di bawah bimbingan Ibu Megah, guru mata pelajaran Seni Rupa, para siswa belajar bahwa membuat batik tidak selalu harus menggunakan canting. Mereka menggunakan bahan-bahan yang mudah ditemukan, seperti:
- Kain putih polos
- Pewarna kain (wantek)
- Karet gelang (untuk membuat pola)
- Waterglass (agar warna tidak luntur)
- Mangkok plastik dan air
Prosesnya pun sangat seru! Siswa melipat, menggulung, dan mengikat kain mereka dengan kuat menggunakan karet sebelum dicelupkan ke dalam larutan warna. Saat ikatan karet dibuka, munculah pola-pola unik yang membuat seluruh kelas berdecak kagum.

Ibu Megah mengaku sangat bangga melihat daya imajinasi anak-anak didiknya. Menurutnya, teknik Shibori ini sangat efektif untuk melatih kesabaran dan kreativitas.
“Saya sangat senang melihat anak-anak begitu antusias. Teknik Shibori ini mengajarkan mereka bahwa seni itu tidak terbatas. Meskipun bahan yang kita gunakan sederhana, hasilnya sangat menakjubkan dan masing-masing anak menghasilkan pola yang berbeda satu sama lain,” ujar Ibu Megah dengan bangga.
Kegembiraan yang sama juga dirasakan oleh Nathan, salah satu siswa kelas 5 yang ikut sibuk mencelup kainnya.
“Awalnya penasaran, kira-kira nanti hasilnya jadi seperti apa ya? Waktu karetnya dibuka dan melihat motifnya cantik sekali, rasanya puas banget! Ternyata membuat batik itu seru dan nggak susah kalau kita belajar bareng-bareng,” cerita Nathan sambil memamerkan kain hasil karyanya.

Hal Positif dari Belajar Shibori
Selain menghasilkan kain yang cantik, kegiatan ini memberikan banyak dampak positif bagi siswa:
- Melatih Kreativitas: Siswa bebas menentukan pola dengan cara mengikat kain sesuai imajinasi.
- Kemandirian & Ketelitian: Belajar mengikuti tahapan proses dari awal hingga mencuci kain dengan waterglass.
- Apresiasi Budaya: Mengenal ragam hias nusantara melalui cara yang lebih modern dan menyenangkan.
- Rasa Percaya Diri: Bangga karena mampu menciptakan sebuah karya nyata yang bisa dipajang atau digunakan.
Kegiatan ini membuktikan bahwa di SD Santo Paulus 1, belajar seni bukan hanya soal teori, tapi tentang keberanian untuk mencoba dan berkarya.
Teruslah berkarya, seniman muda SD Santo Paulus 1!
Kontributor : Ruth
