Tanjung Balai Karimun, YTKNews.id __ SMA Santo Yusup Karimun melaksanakan kegiatan kokurikuler kelas XI pada tanggal 18–22 Mei 2026 dengan mengusung tema “Eco Innovation – Rumah Tangga Ramah Lingkungan”. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk pembelajaran berbasis proyek yang bertujuan mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, serta kepedulian peserta didik terhadap lingkungan dan masyarakat.
Kegiatan dibuka secara resmi pada Senin, (18/05) di lingkungan SMA Santo Yusup Karimun. Acara diawali dengan doa bersama dan penyampaian sambutan dari koordinator kelas XI yang menjelaskan secara singkat rangkaian kegiatan selama lima hari. Dalam sambutannya disampaikan bahwa kegiatan kokurikuler ini menjadi wadah bagi peserta didik untuk belajar melalui pengalaman nyata dalam menciptakan produk berbahan alami yang ramah lingkungan dan bermanfaat bagi masyarakat.
Selanjutnya, Kepala SMA Santo Yusup Karimun, Devi Rosianna Simamora, S.Pd., secara resmi membuka kegiatan kokurikuler. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya berfokus pada hasil produk, tetapi juga pada proses pembelajaran yang melatih peserta didik untuk berpikir kritis, bekerja sama, serta memiliki kepedulian terhadap permasalahan lingkungan sekitar. Beliau juga berharap seluruh peserta didik dapat mengikuti setiap tahapan kegiatan dengan penuh tanggung jawab, semangat, dan kreativitas.
Pada hari pertama, peserta didik melaksanakan observasi masalah lingkungan sekitar dengan mengidentifikasi dampak penggunaan bahan kimia sintetis dalam produk rumah tangga dan perawatan diri terhadap lingkungan. Peserta didik berdiskusi mengenai pencemaran lingkungan akibat limbah rumah tangga serta mencari alternatif solusi melalui pemanfaatan bahan alami yang lebih aman dan ramah lingkungan.
Kegiatan hari kedua difokuskan pada proses perancangan dan pembuatan prototype awal produk. Setiap kelompok mulai menentukan jenis produk yang akan dibuat, menyusun formula, memilih bahan alami, serta merancang desain kemasan produk. Produk yang dikembangkan meliputi sensor banjir, dispenser sensor dengan mengabungkan kodding, dll
Pada hari ketiga, peserta didik melakukan evaluasi dan revisi produk berdasarkan hasil uji coba prototype yang telah dibuat. Guru pendamping memberikan arahan mengenai kualitas, keamanan, efektivitas, serta tampilan produk sehingga peserta didik dapat memperbaiki formula maupun desain kemasan agar produk menjadi lebih baik dan layak digunakan.
Kegiatan hari keempat diarahkan pada proses menghubungkan produk dengan kebutuhan masyarakat. Peserta didik mendiskusikan manfaat produk dalam kehidupan sehari-hari, menghitung biaya produksi dan harga jual, serta menyusun strategi promosi produk. Dalam tahap ini, peserta didik juga memanfaatkan teknologi digital untuk membuat poster dan media promosi yang menarik.

Puncak kegiatan dilaksanakan pada Jumat, (22/05) melalui kegiatan Mini Fair Eco Innovation Showcase. Dalam kegiatan tersebut, seluruh kelompok memamerkan hasil karya mereka kepada guru dan peserta didik lainnya. Setiap kelompok mempresentasikan produk yang telah dibuat, menjelaskan proses pembuatan, manfaat bahan alami yang digunakan, serta dampak positif produk terhadap lingkungan.
Kegiatan kokurikuler kelas XI ini berlangsung dengan antusias dan penuh semangat. Melalui kegiatan ini, peserta didik memperoleh pengalaman belajar yang bermakna melalui proses observasi, eksperimen, kolaborasi, evaluasi, hingga presentasi karya. Kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran peserta didik akan pentingnya menjaga lingkungan sekaligus mendorong lahirnya inovasi sederhana yang bermanfaat bagi masyarakat.
Penulis : Gracia Veronica Siregar, S.Pd.
