Pangkalpinang, YTKNews.id – Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Pegawai Tidak Tetap (PTT) Wilayah Bangka Belitung memasuki hari ketiga sekaligus hari terakhir pada Sabtu, 12 September 2026. Rangkaian kegiatan ditutup dengan materi sistem penggajian, Perayaan Ekaristi, serta refleksi dan komitmen peserta untuk menerapkan hasil Diklat di unit kerja masing-masing.
Materi terakhir mengenai sistem penggajian disampaikan oleh Rm. Yudi Kristianto, M.M. Finance selaku Bendahara Yayasan Tunas Karya (YTK). Peserta mendapatkan pemahaman mengenai sistem penggajian, termasuk tunjangan serta hak dan kewajiban yang berkaitan dengan kepegawaian.
Materi tersebut menjadi salah satu sesi yang dinantikan peserta. Namun, pembahasan penggajian tidak hanya dilihat dari sisi hak yang diterima pegawai. Peserta juga diajak memahami bahwa pekerjaan merupakan bagian dari tanggung jawab dan panggilan untuk berkarya.
Hal tersebut sejalan dengan pesan Rm. Yudi yang disampaikan dalam kegiatan bahwa “ “Uang Bukan Segala-galanya, Namun dalam Banyak Hal Segalanya Butuh Uang.” Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa penghasilan merupakan bagian dari kehidupan kerja, tetapi bukan satu-satunya tujuan dalam menjalankan tugas dan perutusan.
Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh RD. Mitsie Sitepu, M.Fil. Dalam homilinya, beliau mengajak peserta untuk tidak menjadikan Diklat hanya sebagai sarana memperoleh nilai atau sekadar memenuhi tuntutan kelulusan.
“Orang yang baik akan mengeluarkan hal yang baik dari perbendaharaan yang baik. Buah yang diharapkan bukanlah nilai yang baik dari Diklat. Harapannya bukan hanya lulus, bukan hanya nilai, tetapi kita memperoleh perbendaharaan untuk kita ke depan.”
Ia menegaskan bahwa pengetahuan yang diperoleh selama Diklat perlu diwujudkan dalam tindakan nyata. Para peserta diharapkan mampu menerapkan apa yang telah dipelajari sekaligus mengevaluasi apakah kinerja mereka sudah sesuai dengan visi, misi, dan spiritualitas YTK.
Mewakili peserta Diklat PTT, Sr. M. Silviana, FCh., menyampaikan rasa syukur dan terima kasih karena telah menerima mereka sebagai bagian dari keluarga besar YTK.
Selama tiga hari, peserta mendapatkan berbagai materi penting, mulai dari identitas yayasan, peraturan kepegawaian, uraian jabatan, hingga sistem penggajian. Menurut Sr. M. Silviana, seluruh materi tersebut memberikan bekal yang penting bagi peserta dalam memahami peran dan tanggung jawab mereka sebagai pegawai.
Materi identitas yayasan, misalnya, memberikan peneguhan mengenai nilai, dasar, dan semangat yang harus dijiwai peserta dalam melaksanakan karya. Sementara itu, materi peraturan kepegawaian membantu peserta memahami hak dan kewajiban serta ketentuan yang harus ditaati dalam menjalankan tugas.
Adapun materi uraian jabatan memberikan pemahaman mengenai tugas, tanggung jawab, dan wewenang setiap pegawai sesuai dengan posisi masing-masing.
“Job Description Becomes Job Contribution,” ungkap Sr. M. Silviana.
Sementara itu, materi sistem penggajian memberikan pemahaman mengenai hak dan kewajiban pegawai dalam aspek penghasilan. Meski menjadi materi yang banyak dinantikan, peserta menyadari bahwa bekerja di YTK tidak semata-mata untuk memperoleh penghasilan.
“Kami akan berupaya bekerja bukan hanya sebatas mencari uang, tetapi sebagai sarana untuk mengembangkan diri, panggilan, dan perutusan kami,” ujar Sr. M. Silviana.
Lebih dari sekadar menambah pengetahuan, Diklat selama tiga hari juga menjadi ruang bagi para peserta untuk semakin mengenal YTK. Para peserta merasa semakin mengenal, mencintai, dan memiliki YTK sebagai bagian dari perjalanan pengabdian mereka.
“Kami yang awalnya datang dengan visi dan misi yang berbeda, kini telah disatukan dengan visi dan misi yang sama. Dari warna abu-abu menjadi warna yang jelas dan cerah, yakni kuning dan biru,” ungkapnya.
Di akhir kegiatan, para peserta menyatakan komitmen untuk menerapkan seluruh pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh selama Diklat di unit kerja masing-masing. Komitmen tersebut terutama diarahkan untuk mewujudkan layanan pendidikan yang adil dan humanis sesuai dengan Identitas YTK dan 10 Keutamaan YTK.
Sementara itu, Kristiawan Tri Wardhana, S.Pd., Ing., menyampaikan bahwa proses penilaian peserta akan dilakukan berdasarkan data. Selanjutnya, yayasan akan melakukan pemeriksaan dan konfirmasi sebelum mengambil keputusan.
“Penilaian berdasarkan data, yayasan akan melakukan cross-check dan konfirmasi, kemudian mengambil keputusan. Semangat para pegawai, semoga sampai dengan masa pensiun. Terima kasih kepada seluruh peserta. Sukses untuk semua,” ujarnya.
Berakhirnya Diklat PTT selama tiga hari bukan menjadi akhir dari proses pembelajaran, melainkan awal bagi para peserta untuk menerapkan nilai, pengetahuan, dan semangat yang telah diperoleh dalam menjalankan tugas dan perutusan di unit masing-masing sebagai bagian dari keluarga besar Yayasan Tunas Karya.
Kontributor: Veronika Tri Budi Utami, S.Pd.
