Pangkalpinang, YTKNews.id — Peringatan Hari Sumpah Pemuda menjadi momentum bagi Tim Kerja Kepramukaan Majelis Pendidikan Katolik (TKK MPK) Keuskupan Pangkalpinang untuk menggerakkan semangat kepedulian dan persaudaraan melalui aksi kemanusiaan bagi warga terdampak kebakaran di Desa Jelutung II, Kecamatan Simpang Rimba, Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Pada Rabu (28/10) pagi, rombongan yang terdiri atas pengurus TKK MPK, perwakilan murid atau adik-adik Pramuka Penggalang dan Penegak, Bindamping (Kakak Pembina Pendamping), serta Kamabigus (Ketua Majelis Pembimbing Gugus Depan) dari beberapa sekolah Yayasan Tunas Karya berkumpul di SMP Santa Theresia sebelum memulai perjalanan. Mereka mewakili sekolah-sekolah dan yayasan pendidikan lain yang bernaung di bawah MPK Keuskupan Pangkalpinang. Tiga sekolah yang terlibat dalam kegiatan ini adalah SMP Santa Theresia, SMA Santo Yosef, dan SMK Tunas Karya.
Kegiatan diawali dengan pengantar dari Ketua TKK MPK Keuskupan Pangkalpinang, Willy Wilhelmus Suluh, S.Sos. Selanjutnya, Ketua MPK Keuskupan Pangkalpinang, RD Servasius Samuel, S.Psi., M.Psi., Psikolog, memberikan peneguhan kepada seluruh rombongan.
Dalam peneguhannya, Romo Samuel menggarisbawahi tiga makna penting dari kegiatan tersebut. Pertama, aksi ini merupakan kegiatan kemanusiaan sebagai wujud kepedulian terhadap sesama yang sedang mengalami musibah. Kedua, pelaksanaannya bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda, sehingga menjadi kesempatan bagi kaum muda untuk mewujudkan semangat persatuan melalui tindakan nyata. Ketiga, dalam kalender liturgi Gereja Katolik, tanggal 28 Oktober merupakan Pesta Santo Simon dan Santo Yudas, Rasul yang wafat sebagai martir. Martir adalah orang yang memberikan kesaksian iman secara total melalui pengorbanan hidup hingga titik darah penghabisan. Dengan demikian, kegiatan ini juga menjadi bentuk kesaksian iman melalui pelayanan dan kasih kepada sesama.
Setelah peneguhan, seluruh rombongan mengikuti doa bersama yang dipimpin oleh Lan Cen, S.Ag. Selanjutnya, mereka menerima berkat dari Romo Samuel sebelum berangkat.
Setelah seluruh rangkaian persiapan selesai, rombongan bertolak menuju lokasi bencana dengan menggunakan tiga kendaraan. Sebuah mobil pikap mengangkut barang-barang bantuan, minibus Yayasan Tunas Karya membawa murid-murid atau adik-adik Pramuka beserta para pendamping, sedangkan sebuah mobil pribadi ditumpangi oleh pengurus TKK MPK dan Kamabigus yang turut menyertai perjalanan.
Keikutsertaan para murid atau adik-adik Pramuka dalam kegiatan ini menjadi kesempatan untuk belajar di luar kelas. Mereka tidak hanya diajak memahami arti kepedulian, tetapi juga mengalami secara langsung bagaimana semangat persatuan, solidaritas, dan nilai-nilai kasih diwujudkan melalui tindakan nyata bagi sesama yang membutuhkan.
Berangkat dari semangat Sumpah Pemuda dan peneguhan iman, rombongan membawa harapan agar kehadiran mereka dapat menjadi tanda persaudaraan bagi warga yang tengah menghadapi masa sulit.
Kontributor: Lan Cen, S.Ag.
