Home » Bukan Misa Biasa, Anak Pramuka SD Katolik Rayakan Teladan Dunia

Bukan Misa Biasa, Anak Pramuka SD Katolik Rayakan Teladan Dunia

oleh Milawati Agustina Simanjuntak

Tanjungpinang,YTKNews.id— Pagi itu, suasana berbeda terasa di jantung Kota Tanjungpinang. Barisan murid SD Katolik berjalan rapi menyusuri Jalan Diponegoro menuju Gereja Katolik Hati Santa Maria Tak Bernoda. Dengan seragam Pramuka lengkap, mereka melangkah penuh semangat untuk mengikuti Misa Peringatan Hari Baden-Powell, Kamis, 27 Februari 2026.

Mengusung tema “Beriman, Berpramuka, dan Merawat Ciptaan dalam Persaudaraan Lintas Batas”, perayaan Ekaristi ini dipimpin oleh RD. Kamilus B. Duha, MPd. dan berlangsung khidmat sekaligus hangat. Bukan sekadar misa biasa, perayaan ini menjadi ungkapan syukur atas teladan Robert Stephenson Smyth Baden-Powell, pendiri Gerakan Pramuka dunia, yang nilai-nilainya terus hidup dalam jiwa generasi muda.

Seluruh petugas liturgi adalah anggota Pramuka. Dengan disiplin dan ketertiban khas Pramuka, mereka menjalankan tugas pelayanan altar, lektor, hingga koor. Prosesi perarakan diiringi lagu Indonesia Raya, Hymne Pramuka, dan lagu pembukaan, memadukan semangat iman dan nasionalisme dalam satu harmoni yang menggetarkan hati.

Momen istimewa tampak dalam prosesi persembahan. Selain roti dan anggur, para siswa membawa tunas kelapa dan bibit tanaman. Simbol ini bukan tanpa makna—ia menjadi wujud nyata kepedulian terhadap kelestarian bumi, selaras dengan tema pastoral Keuskupan Pangkalpinang tahun 2026: “Pelihara Rumah Bersama”. Sebuah ajakan untuk merawat bumi sebagai anugerah Tuhan dan rumah bagi semua ciptaan.

Bacaan Injil dari Injil Matius 5:13–16 tentang “garam dan terang dunia” semakin meneguhkan pesan homili: menjadi Pramuka berarti siap memberi rasa dan cahaya bagi dunia. Meneladani Baden-Powell bukan hanya soal keterampilan dan kedisiplinan, tetapi juga tentang membangun persaudaraan lintas batas serta menumbuhkan tanggung jawab ekologis.

Menjelang berkat penutup, seluruh peserta dengan penuh semangat mengucapkan Satya dan Dasa Darma Pramuka.Misa pagi itu bukan sekadar peringatan tokoh dunia. Ia menjadi ruang pembentukan karakter, iman, dan kepedulian sosial. Sebuah langkah kecil di pagi hari, namun sarat pesan besar bagi masa depan, yaitu membangun generasi muda yang beriman, berkarakter, dan peduli pada bumi serta sesama.(mil)

 

Kontributor: Astriana

 

Anda mungkin juga suka