Tanjung Balai Karimun, YTKNews.id — SMA Santo Yusup Karimun melaksanakan kegiatan kokurikuler bagi peserta didik kelas X pada 23 Februari hingga 6 Maret 2026 dengan mengusung tema “Gerakan Sekolah Hijau dan Berkelanjutan.” Kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen sekolah dalam menanamkan kepedulian terhadap lingkungan sekaligus memberikan pengalaman belajar yang kontekstual bagi siswa.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala SMA Santo Yusup Karimun, Devi Rosianaa Simamora, S.Pd. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa pendidikan tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga membentuk karakter siswa agar peduli terhadap lingkungan dan menjaga kelestarian alam. Melalui kegiatan ini, siswa diajak memahami pentingnya mengelola sampah organik serta memanfaatkannya menjadi pupuk untuk mendukung keberlanjutan lingkungan sekolah.
Pelaksanaan kegiatan dikoordinasikan oleh Merliana Sinurat, S.Pd., Paskah Kristina, S.Pd., dan Juliana Purba, S.Pd. dengan dukungan seluruh guru yang mendampingi siswa selama kegiatan berlangsung. Program ini bertujuan meningkatkan kesadaran siswa dalam mengelola sampah organik secara bijak sekaligus membekali mereka dengan pengetahuan tentang proses pembuatan pupuk, dekomposisi, serta manfaat pupuk bagi kesuburan tanah.
Kegiatan dilaksanakan secara bertahap, dimulai dari pengenalan pengelolaan sampah organik di lingkungan sekolah. Para siswa kemudian mengumpulkan sampah seperti daun kering dan sisa makanan untuk diolah melalui proses pengomposan sederhana. Selama proses tersebut, siswa melakukan pengamatan terhadap perubahan yang terjadi sebagai bagian dari pembelajaran mengenai proses dekomposisi dan peran mikroorganisme dalam ekosistem.

Setelah pupuk siap digunakan, kegiatan dilanjutkan dengan menyiapkan media tanam dan menanam berbagai jenis bibit tanaman, seperti sayuran dan tanaman hias di area sekolah. Para siswa kemudian merawat tanaman secara rutin melalui penyiraman, penyiangan, serta pencatatan perkembangan tanaman.
Seluruh kegiatan dilakukan secara berkelompok untuk melatih kerja sama, komunikasi, dan tanggung jawab. Di akhir kegiatan, setiap kelompok mempresentasikan hasil proyek serta melakukan refleksi atas pengalaman belajar yang diperoleh.
Kegiatan ini juga berangkat dari kondisi lingkungan sekolah yang masih menghasilkan cukup banyak sampah organik yang belum dimanfaatkan secara optimal. Melalui program ini, siswa diajak memahami bahwa limbah dapat diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi lingkungan.
Melalui kegiatan kokurikuler “Gerakan Sekolah Hijau dan Berkelanjutan,” SMA Santo Yusup Karimun berharap siswa tidak hanya memahami teori tentang pertumbuhan tanaman, tetapi juga memperoleh pengalaman nyata dalam menjaga lingkungan dan memanfaatkan sumber daya secara bijak. Program ini menjadi bagian dari upaya sekolah membentuk generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap keberlanjutan lingkungan. (Tri)
Penulis: Gracia Veronica Siregar, S.Pd.
