Home » YTK Gelar Diklat Service Excellence Bagi Pegawai Non-Guru Wilayah Kepri

YTK Gelar Diklat Service Excellence Bagi Pegawai Non-Guru Wilayah Kepri

oleh humas YTK

Batam, YTKNews.id – Pelayanan yang baik bukan sekadar menjalankan tugas, tetapi juga tentang bagaimana menghadirkan kepedulian, empati, dan rasa hormat kepada sesama. Semangat inilah yang menjadi landasan Yayasan Tunas Karya (YTK) dalam menyelenggarakan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Service Excellence Tahun 2026 Gelombang I bagi para pegawai non-guru di unit pendidikan wilayah Kepulauan Riau (Kepri).

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 30–31 Oktober 2026, di Ballroom SMA Yos Sudarso Batam ini mengusung tema “Working with H.E.A.R.T (Hospitality, Empathy, Accountability, Respect, Trust)”. Melalui tema tersebut, YTK ingin menumbuhkan budaya pelayanan yang mengedepankan keramahan, empati, tanggung jawab, rasa hormat, dan kepercayaan dalam setiap pelaksanaan tugas.

Kegiatan yang dimulai pada pukul 10.00 WIB ini dihadiri anggota Pengurus YTK, RD. Martinus Lejo da Silva, M.Pd. dan Adrick Bernady, S.Pd.Ing., Kepala Divisi Kurikulum dan Penjaminan Mutu Sekolah, Siprianus Suryadireja, S.Ag., serta dua narasumber, yakni Yuyun Yustina Yonita, S.Psi., M.Psi., Psikolog, CBC, CLS, dan Nugroho Adhi Wijaya, S.T., CHRG.

Rangkaian kegiatan diawali dengan registrasi peserta, dilanjutkan acara pembukaan yang diisi dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars YTK, laporan ketua panitia, serta sambutan sekaligus pembukaan resmi Diklat oleh anggota Pengurus YTK.

Ketua Panitia, Frans, S.Pd., Ekop., M.M., dalam laporannya menyampaikan bahwa Diklat ini bertujuan membangun pola pikir pelayanan (service mindset) yang berakar pada nilai-nilai YTK. Selain itu, kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan internal maupun eksternal, memperkuat komunikasi, empati, dan kolaborasi, serta mendorong penerapan budaya pelayanan secara nyata di setiap unit kerja.

Sementara itu, Adrick Bernady, S.Pd.Ing., dalam sambutannya mengajak seluruh peserta untuk mengikuti kegiatan dengan santai, terbuka, dan penuh semangat. Beliau juga berharap peserta tidak merasa tegang ataupun kaku, tetapi dapat menikmati setiap proses pembelajaran, berani berinteraksi, dan saling berbagi pengalaman selama mengikuti Diklat.

Sebanyak 38 pegawai non-guru dari berbagai unit pendidikan dan layanan YTK di wilayah Kepri mengikuti kegiatan ini. Mereka berasal dari Batam, Tanjungpinang, dan Tanjung Balai Karimun, dengan latar belakang pekerjaan yang beragam, mulai dari tenaga tata usaha, pustakawan, pramusaji, sopir, biro sertifikasi dan publikasi karya ilmiah, biro perpustakaan dan petugas keamanan.

Selama pelatihan, peserta mendapatkan berbagai materi yang dirancang untuk memperkaya pemahaman sekaligus meningkatkan keterampilan dalam memberikan pelayanan prima. Materi tersebut meliputi Service Mindset and Purpose, Understanding Customer and Expectation, Emotional Service and Empathy, Effective Communication, Service Quality (SERVQUAL), Handling Complaint, Service System and Culture, serta Action Plan and Commitment.

Sesi pelatihan diawali dengan Training Orientation and Ice Breaking, kemudian dilanjutkan dengan pre-test untuk mengetahui pemahaman awal peserta tentang pelayanan prima. Selanjutnya, peserta diajak memahami makna pelayanan melalui materi Service Mindset and Purpose, yang menekankan pentingnya menemukan nilai dan tujuan di balik setiap pekerjaan yang dilakukan.

Pada materi Understanding Customer and Expectation, peserta belajar memahami kebutuhan dan harapan orang-orang yang menerima layanan. Pembelajaran kemudian diperdalam melalui materi Emotional Service and Empathy, yang menekankan pentingnya kecerdasan emosional dan kemampuan berempati. Dengan demikian, setiap orang yang dilayani tidak hanya mendapatkan bantuan, tetapi juga merasa dihargai, diperhatikan, dan diterima dengan baik.

Seluruh sesi pada hari pertama dipandu oleh kedua narasumber, Yuyun Yustina Yonita dan Nugroho Adhi Wijaya. Materi disampaikan secara interaktif melalui pemaparan, diskusi, studi kasus, simulasi, dan berbagi pengalaman. Metode ini memberikan kesempatan kepada peserta untuk terlibat aktif, menyampaikan gagasan, serta belajar dari pengalaman satu sama lain.

Suasana kebersamaan juga terasa dalam rangkaian kegiatan, termasuk saat doa bersama sebelum makan dan pada sesi malam. Doa makan siang dibawakan oleh Yulia dari SD Katolik Tanjungpinang, doa makan malam oleh Florida Muke, S.Si., dari SD Yos Sudarso 2 Batam, sedangkan doa pada sesi malam dipimpin oleh Genoveya Irmina Rani Angi Putri, S.E., dari SD Yos Sudarso 3 Batam.

Melalui Diklat Service Excellence ini, YTK berharap para peserta tidak berhenti pada pemahaman materi selama pelatihan, tetapi mampu membawa pulang semangat dan kebiasaan baru ke lingkungan kerja masing-masing. Setiap sapaan yang ramah, komunikasi yang baik, kesediaan mendengarkan, dan tanggung jawab dalam bekerja merupakan wujud nyata pelayanan yang berkualitas.

Pada akhirnya, pelayanan prima bukan hanya tentang membuat orang lain merasa puas, melainkan juga menghadirkan nilai-nilai kemanusiaan dalam setiap perjumpaan. Dengan semangat H.E.A.R.T., YTK ingin membangun budaya kerja yang semakin humanis, profesional, dan penuh kepedulian demi menghadirkan layanan pendidikan yang berkualitas bagi seluruh masyarakat (da silva, pr)

Anda mungkin juga suka