Pangkalpinang, YTKNews.id – Pelajaran Bahasa Inggris seringkali dianggap sulit atau membosankan oleh sebagian siswa. Menjawab tantangan tersebut, puluhan guru Bahasa Inggris dari sekolah-sekolah di bawah naungan Yayasan Tunas Karya berkumpul di Auditorium SMK Tunas Karya pada Selasa, 31 Maret 2026.
Bukan untuk mengajar, para pahlawan tanpa tanda jasa ini justru kembali menjadi “murid” dalam pelatihan seru bertajuk “Professional Development Session”. Kegiatan yang bekerja sama dengan Mentari Group ini fokus pada satu misi besar: Making English Lessons Engaging and Impactful (Membuat Pelajaran Bahasa Inggris Lebih Menarik dan Berdampak).

Tips Jitu dari Mr. Willy
Hadir sebagai narasumber utama, Mr. Willy berhasil menghidupkan suasana dengan teknik mengajar yang interaktif. Ia menekankan bahwa kunci sukses belajar bahasa bukan hanya soal menghafal rumus tata bahasa (grammar), tapi bagaimana menciptakan suasana kelas yang membuat siswa berani mencoba.
Dalam sesinya, Mr. Willy membagikan strategi praktis tentang cara memanfaatkan media belajar yang ada agar siswa merasa “ketagihan” belajar Bahasa Inggris.
“Bahasa itu adalah alat komunikasi. Jika kita bisa membuat kelas menjadi tempat yang menyenangkan dan berdampak bagi kehidupan mereka, siswa akan belajar dengan sendirinya tanpa merasa terpaksa,” ujar Mr. Willy dengan penuh semangat.
Respon Positif: Semangat Baru untuk Kelas
Pihak panitia penyelenggara mengungkapkan rasa puasnya melihat antusiasme para peserta. Menurut mereka, pelatihan ini adalah bentuk komitmen yayasan untuk terus menjaga kualitas guru.

“Kami ingin guru-guru di Yayasan Tunas Karya tidak hanya hebat dalam teori, tapi juga kreatif di lapangan. Melalui kerja sama dengan Mentari Group ini, kami berharap ada energi baru yang dibawa guru saat kembali ke sekolah masing-masing,” ungkap salah satu panitia.
Kegembiraan juga dirasakan oleh Mam Novita, salah satu guru Bahasa Inggris yang menjadi peserta. Ia mengaku mendapatkan banyak ide segar untuk diterapkan di kelasnya.
“Pelatihannya sangat bermanfaat dan tidak membosankan! Mr. Willy memberikan contoh-contoh konkret yang bisa langsung saya praktikkan besok pagi. Ternyata, membuat kelas yang interaktif itu tidak harus mahal atau rumit, yang penting pendekatannya tepat,” kata Ibu Rina.

Masa Depan Bahasa Inggris di Tunas Karya
Dengan suksesnya pelatihan ini, diharapkan kualitas pembelajaran Bahasa Inggris di lingkungan Yayasan Tunas Karya semakin meningkat. Guru yang bahagia dan berwawasan luas tentu akan melahirkan siswa-siswa yang percaya diri menyapa dunia dengan Bahasa Inggris.
Kontributor : Ruth
